Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb
BELITUNG

Gudang Solar Terbongkar, Wartawan dI Intimidasi Pakai Sajam Parang Oleh Bang Jago

1026
×

Gudang Solar Terbongkar, Wartawan dI Intimidasi Pakai Sajam Parang Oleh Bang Jago

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG TIMUR – Upaya membongkar dugaan penimbunan BBM subsidi berujung ancaman pembunuhan. Hal ini menimpa Benni, Seorang wartawan tipikorinvetigasinewsid Kaperwil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku dikejar dan diancam mengunakan senjata tajam (Sajam) jenis parang/golok setelah dirinya melakukan liputan sebuah gudang penimbunan BBM jenis solar yang diduga tanpa izin di areal perkebunan kelapa sawit Desa Tanjung Batu Itam, Simpang Pesak. Minggu, (31/5/2026)

Berawal dari penemuan sebuah gudang yang mencurigakan yang diduga menampung solar subsidi dalam jumlah besar yang berasal dari SPBUN wilayah setempat untuk di distribusi ke sebuah perusahaan yang ada di Belitung Timur. Informasi ini didapati
dari seorang pekerja di lokasi.

BACA.

“Solar itu berasal dari SPBUN Batu Air dan akan dikirim ke sebuah perusahaan”, ujar pekerja.

Lebih lanjut, kepada jendelababel, Benni menceritakan dirinya dikejar oleh pelaku yang membututi mobilnya pada Kamis, (22/05/2026) menggunakan sepeda motor dua hari setelah Ia melakukan investigasi.

Puncak pengancaman terjadi setelah Benni keluar dari masjid.

“Dia kembali mengejar dan nyuruh berhenti. Saat itu sudah bawa parang,” ujar Beni

Bang Jago alias pelaku disebut bernama Nanda, anak buah Sopian yang diduga berkaitan dengan distribusi solar ke gudang penimbunan.
Sopian juga disebut-sebut menduduki jabatan strategis di SPBUN sebagai pengurus serta pengendali distribusi solar subsidi.

Saat dikonfirmasi, Sopian membenarkan bahwa Bang Jago bernama Nanda mengejar mobil yang dikendarai Benni meski demikian, Sopian membantah kejadian tersebut ada kaitan dengan temuan penimbunan BBM jenis Solar.

“Benar bahwa Nanda mengejar mobil benni, kalau ancaman menggunakan sajam saya belum tau pasti, jadi jangan kaitkan masalah ini dengan solar”
Tulis sopian kepada awak media sekaligus meminta jangan diperpanjang melalui pesan whatsapp. (31/06)

BACA JUGA. 

Berdasarkan keterangan Benni peristiwa dugaan pengancaman ini sudah dilaporkan ke Polres Beltim 24/5/2026. Kasus ini jadi sorotan tajam karena dinilai sebagai upaya pembungkaman dengan kekerasan kepada jurnalis.

APH diminta tak cuma usut ancaman, tapi juga bongkar dugaan penimbunan solar subsidi.

Hingga berita ini ditayangkan polres Beltim dalam upaya konfirmasi, sementara Nanda Si Bang Jago memilih bungkam. (GL/Jendela Group)

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!