Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb
BELITUNG

Upah di Potong Tiap Bulan, PT Alter Abadi Tidak Setorkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan

1006
×

Upah di Potong Tiap Bulan, PT Alter Abadi Tidak Setorkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Karyawan

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG– PT Alter Abadi kembali jadi sorotan. Setelah isu IUP OP, Puluhan karyawan PT Alter Abadi mengeluhkan potongan gaji untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan yang rutin dilakukan perusahaan. Namun saat dicek melalui aplikasi JMO, status kepesertaan mereka justru tercatat tunggakan sejak Agustus 2024.

Pengaduan kepada awak media (31/05/2026) datang dari karyawan yang berdomisili di Desa Air Seruk, Sijuk. saat cek aplikasi BPJS Ketenagakerjaan dan menemukan status tunggakan, padahal gaji dipotong Rp109.200 tiap bulan untuk iuran bpjs.

BERITA TERKAIT. 

Menurut keterangan sumber ia bekerja sejak 2019 dan baru didaftarkan BPJS 2021.sedangkan data aplikasi JMO menunjukkan pembayaran terakhir oleh PT alter abadi tgl 27-08- 2024 hingga saat ini belum ada perubahan data dalam aplikasi terkait penyelesaian tunggakan,padahal dalam slip gaji periode Juli 2025 pun tertulis potongan untuk iuran BPJS ketenagakerjaan.

Sumber juga menyebut total pekerja PT Alter Abadi sekitar 52 orang dan diduga mengalami masalah serupa.
“Saya kerja dari tahun 2019 baru ada bpjs tahun 2021 tadi pas saya cek aplikasi JMO pembayaran terakhir dari PT AA tgl 27/08/2024 padahal tahun 2025 pun dalam slip gaji kami tertulis potongan bpjs ketenagakerjaan” Ujar sumber yang meminta namanya dirahsiakan. (31/05/2016)

Selain BPJS, pekerja juga mengeluh soal upah. Sejak 2020 gaji tidak pernah naik sehingga diduga tidak mengikuti penyesuaian UMK Kabupaten Belitung tiap tahun. Jika benar, pemotongan iuran tanpa setoran melanggar UU No.24/2011 tentang BPJS yang mewajibkan pemberi kerja menyetor iuran yang dipotong dari pekerja. Soal upah di bawah UMK juga berpotensi melanggar UU Ketenagakerjaan.

BACA JUGA. 

PT Alter Abadi Disinyalir Beroperasi Tanpa IUP OP https://jendelababel.com/7566-2/

Salah satu pekeja bagian administrasi” Rd (inisial)disebut sebut mengetahui seluruh data gaji karyawan saat di konfrimasi awak media Rd enggan menjawab dengan alasan privasi.

Para pekerja berharap Disnaker Babel, BPJS Ketenagakerjaan, dan APH segera turun audit. untuk memastikan hak normatif 52 orang karyawan.

Hingga berita ini terbit, manajemen PT Alter Abadi belum beri klarifikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers
Sementara itu pihak bpjs serta dinas ketenagakerjaan dalam upaya konfirmasi. (GL/Jendel Group)

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!