JENDELABABEL.COM, BELITUNG — Aksi perusakan terhadap kendaraan milik Pimpinan Redaksi Belitung telivisi berita fachrudin victory alias Atup memicu sorotan publik. Kaca mobil milik pimpinan media tersebut dipecahkan oleh orang tak dikenal (OTK), menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif di balik kejadian tersebut. Selasa, (9/6/2026)
Sebagai media yang aktif memberitakan berbagai isu publik, mulai dari persoalan pelayanan masyarakat hingga berbagai kebijakan yang menjadi perhatian publik, Belitung Televisi berita kerap menyoroti berbagai persoalan yang berkembang di daerah. Karena itu, aksi perusakan kendaraan milik pimpinan redaksi tidak bisa dipandang sebelah mata sebelum motif sebenarnya terungkap.
BACA.
Atas kejadian tersebut, korban telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke Polres Belitung. Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/88/VI/2026/SPKT/POLRES BELITUNG/POLDA BANGKA BELITUNG tertanggal 9 Juni 2026.
Dengan adanya laporan resmi tersebut, kasus perusakan kaca mobil milik Pimpinan Redaksi Belitung Telivisi Berita kini berada dalam penanganan Polres Belitung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Langkah pelaporan ini sekaligus menunjukkan keseriusan korban dalam menempuh jalur hukum guna mengungkap pelaku maupun motif di balik aksi perusakan tersebut.
JANGAN LEWATKAN.
Pengamat serta pemerhati pers menilai bahwa setiap bentuk ancaman, intimidasi maupun teror terhadap jurnalis merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap remeh. Kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang dijamin oleh undang-undang, sehingga segala bentuk upaya yang berpotensi menghambat kerja jurnalistik harus mendapat perhatian aparat penegak hukum.
BACA JUGA.
Publik kini menunggu langkah aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Pengungkapan pelaku dan motif menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat, terlebih jika peristiwa ini berkaitan dengan aktivitas jurnalistik.
Jika pelaku dan motifnya tidak segera terungkap, rentetan insiden yang terjadi berpotensi menimbulkan persepsi adanya ancaman terhadap kebebasan pers di daerah. Oleh karena itu, pengungkapan kasus ini menjadi penting bukan hanya bagi korban, tetapi juga untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi seluruh insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. (GL/Jendela Group)
jb

jb
jb
jb











