BELITUNG, http://JENDELABABEL.COM -– Pergantian personel Satuan Lapangan/Satlap Tricakti di Kabupaten Belitung jadi sorotan. Rotasi terjadi tepat saat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya/RKAB baru PT Timah belum terbit, di tengah pengawasan tata niaga timah yang sedang krusial.
*Dari Satgas Halilintar ke Satlap Tricakti*
Awalnya, pengawasan di Belitung dilakukan Satgas Halilintar beranggotakan 6 personel. Karena kebutuhan pengawasan naik, Desember 2025 dilakukan reorganisasi. Nama diubah jadi Satlap Tricakti dengan kekuatan 26 personel.
Sejak itu, Satlap Tricakti bertugas mengamankan dan mengawasi aktivitas tata niaga timah di Belitung.
Namun Juni 2026, kembali terjadi pergantian personel. Waktunya bertepatan dengan habisnya masa berlaku RKAB PT Timah di Belitung.
BACA JUGA.
Celah di Masa Transisi RKAB
RKAB baru yang belum terbit membuat PT Timah belum bisa menerima hasil produksi sesuai mekanisme. Di lapangan, informasi menyebut sejumlah mitra PT Timah masih membeli bijih timah dari masyarakat.
BERITA TERKAIT.
Kondisi ini memunculkan 3 pertanyaan besar:
1. Bijih timah hasil beli mitra disimpan di mana selama PT Timah belum bisa terima?
2. Siapa yang bertanggung jawab mengawasi?
3. Bagaimana mekanisme pengamanan agar komoditas tetap tercatat dan tidak menyimpang?
BACA LAGI.
Risiko Kekosongan Adaptasi
Pengamat menilai rotasi Satlap di situasi ini berpotensi menimbulkan kekosongan adaptasi sistem pengawasan. Pergantian personel memang lazim, tapi waktunya krusial karena pengawasan timah sedang di fase sensitif.
Lemahnya pengawasan dinilai bisa membuka celah penyimpangan tata niaga timah. Karena itu, APH dan instansi terkait didorong memastikan seluruh bijih timah milik mitra tetap diawasi, terdokumentasi, dan tidak berpindah dengan cara melanggar aturan.
PT Timah Belum Jawab
Publik menunggu penjelasan resmi PT Timah soal progres RKAB, mekanisme kelola bijih mitra di masa transisi, dan langkah pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan.
Redaksi http://Jendelababel.com telah kirim surat audiensi ke Kepala Unit PT Timah Wilayah Belitung via Humas pada 20 Juni 2026. Tujuannya minta penjelasan keterlambatan RKAB dan dampaknya ke operasional.
Hingga berita ini terbit, PT Timah belum memberi tanggapan.
Masyarakat berharap Satlap Tricakti yang baru bertugas bisa memastikan pengawasan tata niaga timah tetap efektif selama transisi RKAB.
Keterbukaan informasi dari semua pihak dinilai penting untuk menjawab publik dan menjaga kepercayaan terhadap tata kelola timah di Belitung.
Penulis:GL | Editor: Jendela Group.
jb

jb
jb
jb
jb









