Scroll untuk baca artikel
jb
jb
BELITUNG

TNI Perkuat Keamanan Objek Vital PT Timah, di Tengah Aksi Penambang Belitung Timur

108
×

TNI Perkuat Keamanan Objek Vital PT Timah, di Tengah Aksi Penambang Belitung Timur

Sebarkan artikel ini
Personel Yonif 845 dan Kodim 0414 Disiagakan di GBT Gantung dan 15 STP

JENDELABABEL.COM, BELITUNG TIMUR — Pengamanan di sejumlah fasilitas PT Timah Tbk di Belitung Timur diperkuat menyusul aksi unjuk rasa masyarakat penambang yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026)

Personel Yonif TP 845/Ksatria Satam bersama Kodim 0414/Belitung dikerahkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di kawasan objek vital perusahaan.

ARTIKEL TERKAIT.

Aksi tersebut berlangsung di Kantor Wastam PT Timah dan Gudang Bijih Timah (GBT) Gantung. Massa menyampaikan aspirasi terkait belum diterbitkannya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur.

Persoalan RKAB tersebut menjadi perhatian masyarakat penambang karena berdampak terhadap proses penyerapan hasil produksi bijih timah melalui CV mitra resmi PT Timah. Kondisi itu juga berimbas terhadap pembayaran imbal jasa kepada para penambang.

Eskalasi dan Penguatan Pengamanan
Dalam perkembangannya, situasi di lapangan mengalami peningkatan eskalasi hingga terjadi kebakaran di area Kantor Wastam PT Timah. Kondisi tersebut kemudian mendorong dilakukannya penguatan pengamanan terhadap fasilitas perusahaan.

Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, memerintahkan Komandan Kodim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung dan Komandan Yonif TP 845/Ksatria Satam Letkol Inf Barlian Prabowo untuk mengambil langkah pengamanan guna mencegah gangguan keamanan meluas.

Menindaklanjuti perintah tersebut, personel Yonif TP 845/Ksatria Satam bersama Kodim 0414/Belitung diterjunkan ke kawasan GBT Gantung PT Timah.

Pengamanan dilakukan atas permintaan PT Timah dalam rangka menjaga keamanan objek vital nasional. Selain GBT Gantung, personel juga disiagakan pada sejumlah fasilitas PT Timah lainnya di wilayah Belitung dan Belitung Timur, termasuk 15 Stasiun Pengumpul (STP). 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan terhadap fasilitas dan aset perusahaan.

Pendekatan Humanis
Dalam pelaksanaan tugas, personel TNI mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan profesional. Hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap dihormati, sementara aspek keamanan dan perlindungan terhadap objek vital tetap menjadi perhatian.

BACA JUGA

Aksi masyarakat penambang tersebut sebelumnya dipicu oleh keresahan terkait belum terbitnya persetujuan RKAB. Belum adanya kepastian tersebut disebut berdampak terhadap aktivitas penyerapan bijih timah masyarakat, yang pada akhirnya turut memengaruhi kondisi ekonomi para penambang.

Imbauan Jaga Stabilitas
Komandan Kodim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan di wilayah Belitung dan Belitung Timur serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Penguatan pengamanan terhadap fasilitas PT Timah ini menjadi langkah antisipatif agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak kembali berujung pada gangguan keamanan, sementara penyelesaian persoalan RKAB dan penyerapan bijih timah tetap diharapkan dapat dilakukan melalui komunikasi antara masyarakat, perusahaan dan pihak terkait.

#Pemicu Aksi
Belum terbitnya RKAB PT Timah Wilayah Babel.
#Dampak
Penyerapan bijih terhambat, pembayaran imbal jasa penambang tertunda.
#Lokasi Aksi
Kantor Wastam dan GBT Gantung.
#Pengamanan
Yonif TP 845 + Kodim 0414, disiagakan di GBT dan 15 STP.
#Perintah
Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi.

Catatan artikel
1. TNI Dikerahkan Amankan GBT dan STP PT Timah Pasca Aksi Penambang di Beltim.
2. RKAB Belum Terbit, TNI Perkuat Pengamanan Objek Vital PT Timah di Belitung Timur.
3. Brigjen Nur Wahyudi Perintahkan Kodim dan Yonif 845 Amankan Fasilitas PT Timah.

“Belum terbitnya RKAB PT Timah membuat aktivitas penambangan masyarakat di Belitung Timur terhenti. Ketidakpastian itu memicu aksi massa dan berujung pada penguatan pengamanan objek vital perusahaan oleh TNI.”

Penulis: [GL]
Foto: [GL]
Editor: [Jendela Group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!