JENDELABABEL.COM, BELITUNG TIMUR — Ribuan warga mendatangi Kantor PT Timah di Desa Linggang Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi yang mereka rasakan, yakni semakin sulitnya menjual hasil tambang di tengah belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah.
BACA.
Ekonomi Bawah Terpukul
Massa menyampaikan bahwa belum beroperasinya aktivitas pembelian bijih timah secara normal telah berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Banyak penambang rakyat mengaku kesulitan memasarkan hasil produksi mereka sehingga aktivitas ekonomi di tingkat bawah ikut terpuruk.
BACA JUGA.
https://jendelababel.com/pohon-butun-jadi-simbol-pengingat-kunjungan-noni-hidayat-ke-sman-1-sijuk/
Belitung dan Belitung Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menggantungkan sebagian besar perputaran ekonominya pada sektor pertambangan timah. Ketika aktivitas tata niaga timah mengalami hambatan, dampaknya tidak hanya dirasakan penambang, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM, hingga sektor usaha lainnya yang bergantung pada peredaran uang dari aktivitas pertambangan.

Belum diterbitkannya RKAB PT Timah dinilai telah memicu ketidakpastian di lapangan. Kondisi tersebut disebut-sebut menyebabkan serapan bijih timah dari masyarakat menjadi tidak optimal, sementara ribuan warga menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
BACA LAGI.
Dinamika Tata Niaga Timah
Di sisi lain, beberapa waktu terakhir aparat penegak hukum juga tengah melakukan pengungkapan dugaan penyelundupan puluhan ton bijih timah di Belitung. Situasi tersebut semakin menambah dinamika tata niaga timah di wilayah Bangka Belitung dan menjadi perhatian masyarakat.

Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Timah maupun instansi pemerintah terkait mengenai tuntutan yang disampaikan massa serta perkembangan proses penerbitan RKAB.
Penulis: [GL]
Foto/Video: [GL/JENDELABABEL]
Editor: [Jendela Group]
jb

jb
jb
jb
jb











