Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb
BELITUNG TIMUR

Warga Beltim Desak PT Timah Tepati Janji Normalisasi Tata Niaga Timah, Kami Hanya Mau Jual Hasil Keringat Bukan Minta Sumbangan

110
×

Warga Beltim Desak PT Timah Tepati Janji Normalisasi Tata Niaga Timah, Kami Hanya Mau Jual Hasil Keringat Bukan Minta Sumbangan

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG TIMUR — Keresahan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari hasil tambang kembali mencuat di Belitung Timur. Sejumlah warga terlihat berkumpul sambil membawa hasil yang mereka klaim sebagai hasil kerja mereka untuk dijual.

Dalam video yang diterima Jendelababel, tampak sejumlah warga, termasuk perempuan, berada di lokasi dengan membawa sejumlah barang dalam kemasan karung dan kantong. Mereka terlihat menunggu dan berbincang terkait hasil yang hendak mereka jual.

BACA JUGA.

Kondisi tersebut menggambarkan keresahan masyarakat yang saat ini menghadapi persoalan dalam memasarkan hasil tambang mereka. Bagi masyarakat, hasil yang diperoleh merupakan sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tunggu Janji 15 Hari PT Timah
Tokoh masyarakat Belitung Timur yang akrab disapa Yudi Rambo  mengatakan, persoalan tersebut sebenarnya telah melalui berbagai tahapan penyelesaian, mulai dari mediasi hingga aksi masyarakat.

“Dari mediasi sampai aksi sudah terjadi. Kami menunggu janji Direktur Operasional PT Timah bahwa 15 hari pascaaksi, keadaan tata niaga timah akan segera normal,” ujar Yudi Rambo.

BACA LAGI

Menurutnya, saat ini sudah memasuki hari ke-12  sejak aksi tersebut. Artinya, masyarakat masih memberikan waktu lima hari lagi untuk menunggu realisasi janji tersebut.

“Sekarang sudah 12 hari kami tunggu, lima hari lagi” katanya.

Bukan Minta Sumbangan
Yudi menegaskan, masyarakat tidak meminta bantuan ataupun belas kasihan dari pemerintah maupun PT Timah. Mereka hanya membutuhkan kepastian agar hasil tambang yang telah diperoleh melalui kerja keras dapat dijual melalui mekanisme yang jelas dan sesuai ketentuan.

“Rakyat butuh makan, anak-anaknya perlu sekolah. Kami hanya mau jual hasil keringat kami, bukan minta sumbangan ke PT Timah atau pemerintah,” tegas Yudi Rambo.

JANGAN LEWATKAN.

Menurutnya, persoalan tata niaga timah bukan hanya menyangkut aktivitas pertambangan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Hitung Mundur 5 Hari
Masyarakat kini menunggu realisasi janji yang telah disampaikan pihak PT Timah. Lima hari ke depan menjadi waktu yang dinilai penting untuk melihat apakah tata niaga timah benar-benar kembali normal seperti yang telah dijanjikan.

Bagi masyarakat, yang dibutuhkan bukan bantuan, melainkan kepastian. Sebab, hasil yang mereka bawa merupakan hasil kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Penulis: [GL]
Editor: [Jendela Group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!