Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb
BELITUNG TIMUR

Penangkapan 8 Ton Pasir Timah Di Beltim, Fery Cai Ungkap Rahmat Disebut Pemilik Sekaligus Pemodal

119
×

Penangkapan 8 Ton Pasir Timah Di Beltim, Fery Cai Ungkap Rahmat Disebut Pemilik Sekaligus Pemodal

Sebarkan artikel ini
160 Kampil Diamankan Ditpolairud Polda Babel di Pelabuhan Roda Emas, Muncul Nama ZP Diduga Kaki Tangan

BELITUNG TIMUR, JENDELABABEL.COM — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung menggagalkan upaya pengiriman 8 ton pasir timah yang diduga ilegal di Kabupaten Belitung Timur.

Sebanyak 160 kampil pasir timah diamankan petugas di *Pelabuhan Roda Emas, Kecamatan Gantung*, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Perkara tersebut kemudian berkembang setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, salah satunya Khalik Mawardi alias Fery Cai. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tertanggal 23 September 2026, Fery memberikan keterangan mengenai rangkaian penyimpanan hingga pengangkutan pasir timah tersebut.

ARTIKEL TERKAIT.

 

Dari pemeriksaan Fery, nama Rahmat muncul sebagai pihak yang disebut memiliki pasir timah sekaligus disebut sebagai pemodal dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kenal Akhir Juli, Sewa Gudang Rp10 Juta

Dalam BAP, Fery menerangkan bahwa dirinya mulai mengenal Rahmat sekitar akhir Juli 2026. Menurut keterangannya kepada penyidik, Rahmat menyampaikan bahwa dirinya memiliki koperasi yang dapat melakukan pembelian pasir timah di Belitung Barat.

BACA JUGA.

https://jendelababel.com/pernah-ditindak-suwandi-masih-kuasai-puluhan-hektare-iup-pt-timah-di-desa-bantan-dan-desa-simpang-rusa/

Rahmat kemudian disebut meminta Fery mencarikan gudang untuk menyimpan pasir timah selama sekitar satu tahun sebelum material tersebut dijual kepada PT Timah Tbk. Fery selanjutnya menghubungi Joni Akong terkait gudang yang akan digunakan untuk menyimpan pasir timah tersebut.

Dalam keterangannya, Fery juga menyebut Rahmat menyetujui biaya sewa gudang sebesar Rp10 juta untuk satu tahun.

Tak berhenti di persoalan gudang, nama Rahmat kembali muncul saat proses pengangkutan mulai dilakukan.

Pada Senin (14/9/2026), menurut BAP, Rahmat menghubungi Fery melalui WhatsApp dan meminta dirinya datang ke gudang untuk menghitung jumlah karung pasir timah yang masuk.

Sekitar pukul 21.00 WIB, sebuah mobil truk membawa pasir timah ke gudang. Para buruh kemudian memindahkan sekitar 80 karung pasir timah ke dalam gudang. Rahmat kembali menghubungi Fery dan menyampaikan bahwa sekitar pukul 22.30 WIB akan datang lagi satu mobil truk untuk membawa pasir timah.

BACA LAGI.

Pada Selasa (15/9/2026), Rahmat kembali meminta Fery mencarikan mobil truk untuk mengangkut pasir timah tersebut.

Dalam BAP, Fery menyebut Rahmat menyetujui biaya sewa mobil sebesar Rp4 juta. Rahmat juga disebut memberikan uang *Rp5 juta*, dengan rincian Rp4 juta untuk sewa mobil dan Rp1 juta digunakan untuk membeli solar serta uang rokok.

Muncul Nama ZP Diduga Kaki Tangan Rahmat

Di luar keterangan yang tertuang dalam BAP, informasi dari sumber terpercaya yang ditemui JENDELABABEL.COM pada 24 September 2026 turut mengungkap dugaan adanya pihak lain yang berperan dalam transaksi di lapangan.

Menurut sumber tersebut, Rahmat disebut sebagai pemilik sekaligus pemodal pasir timah. Namun, untuk transaksi di lapangan, Fery Cai disebut tidak berhubungan langsung dengan Rahmat.

Sumber itu menyebut terdapat seseorang yang diduga menjadi kaki tangan Rahmat, berinisial ZP yang disebut merupakan warga Tanjungpandan.

JANGAN LEWATKAN.

https://jendelababel.com/belum-sempat-dikirim-keluar-belitung-puluhan-karung-pasir-timah-disergap-satlap-tri-cakti/

“Untuk transaksi di lapangan Fery Cai tidak berhubungan langsung dengan Rahmat. Ada kaki tangan Rahmat berinisial ZP, warga Tanjungpandan. Menurut sumber, pasir timah juga berasal dari Tanjungpandan,” ungkap sumber tersebut, 24 September 2026.

Sumber yang sama juga menyebut Rahmat merupakan warga Johor, Malaysia, dan ketika berada di Belitung disebut kerap menginap di salah satu hotel di kawasan Tanjungpandan.

Namun, informasi mengenai ZP, asal pasir timah dari Tanjungpandan, serta identitas dan domisili Rahmat tersebut belum tercantum dalam BAP Fery Cai yang diperoleh JENDELABABEL.COM.

JENDELABABEL.COM akan berupaya meminta konfirmasi kepada Rahmat, pihak berinisial ZP apabila identitasnya telah terverifikasi, serta penyidik Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait keterangan tersebut.

Penulis; [GL]
Editor: [Jendela Group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!