Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb
BELITUNG TIMUR

Nyawa Pekerja Melayang Di Tambang PT KEM, Manejemen Belum Merespons Konfirmasi

112
×

Nyawa Pekerja Melayang Di Tambang PT KEM, Manejemen Belum Merespons Konfirmasi

Sebarkan artikel ini

BELITUNG TIMUR,JENDELABABEL.COM — Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang karyawan PT Karya Emas Multisani (KEM) di Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, menyisakan sejumlah pertanyaan. Dugaan pekerja tertimpa tiang pancang akibat putusnya tali pengangkat kini menjadi salah satu informasi yang perlu ditelusuri aparat penegak hukum.

Peristiwa maut tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026) di area tambang pasir milik PT KEM. Korban diketahui merupakan warga lokal yang berdomisili di Kecamatan Gantung.

Berdasarkan informasi dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, kecelakaan diduga terjadi ketika tali pengangkat putus hingga menyebabkan sebuah benda berupa tiang pancang menimpa korban. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi pada Senin (26/10/2026), salah satu anggota Polsek Gantung menyampaikan bahwa peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami masih mendalami penyelidikan, Bang. Nanti akan disampaikan perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab putusnya tali pengangkat, kondisi peralatan yang digunakan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja.

Manajemen PT KEM Belum Merespons Konfirmasi

Di tengah proses pengungkapan penyebab kecelakaan, sikap manajemen PT KEM turut menjadi perhatian. Suntoso selaku pihak manajemen PT KEM belum memberikan respons atas pertanyaan konfirmasi yang disampaikan awak media terkait insiden yang menewaskan pekerjanya tersebut.

Belum adanya tanggapan dari pihak manajemen menimbulkan tanda tanya mengenai keterbukaan perusahaan dalam menjelaskan peristiwa maut yang terjadi di area operasionalnya.

Disnaker Perlu Turun Tangan, K3 Jadi Sorotan

Kecelakaan kerja yang berujung pada hilangnya nyawa pekerja ini juga menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan.

Dinas Ketenagakerjaan melalui pengawas ketenagakerjaan perlu melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya untuk memastikan apakah standar keselamatan telah diterapkan, peralatan pengangkat memenuhi persyaratan, serta prosedur operasional dan pengawasan kerja dijalankan sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan juga diperlukan untuk menelusuri apakah tali pengangkat telah diperiksa dan dirawat secara berkala, apakah alat digunakan sesuai kapasitasnya, serta apakah terdapat faktor teknis atau kelalaian terhadap kecelakaan tersebut.

Sebelumnya, pihak keluarga korban membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menimpa anggota keluarga mereka. Namun, keluarga belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh karena masih dalam suasana berduka.

“Iya, benar memang ada kejadian kecelakaan kerja. Sekarang kami masih dalam suasana berduka, jadi belum bisa memberikan keterangan banyak,” ungkap salah seorang perwakilan keluarga korban saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).

Kepolisian perlu mengusut penyebab kematian korban dan mendalami ada atau tidaknya unsur tindak pidana berdasarkan hasil penyelidikan. Koordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan dapat membantu mengungkap aspek teknis keselamatan kerja yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan. Konfirmasi dari manajemen PT KEM serta hasil pemeriksaan Dinas Ketenagakerjaan menjadi penting untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

Penulis: [GL]
Editor: [Jendela group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!