JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani mengambil langkah strategis memperkuat pelayanan kesehatan dengan merencanakan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di kawasan strategis Ibu Kota Provinsi.
Untuk mempercepat realisasi, Pemprov berencana memanfaatkan skema pinjaman daerah sebesar Rp293 miliar kepada Bank Sumsel Babel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menjawab Tantangan Golden Period
Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Penyakit jantung dan stroke hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Babel.
BACA JUGA
Selama ini pelayanan rujukan jantung dan stroke bertumpu pada RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Akses yang jauh berdampak pada waktu tempuh pasien gawat darurat. Padahal dalam dunia kedokteran dikenal istilah golden period atau waktu emas. Keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan permanen.
BACA.
Selain akses, tata letak RSUD Soekarno juga tidak memungkinkan pengembangan layanan kardiovaskular optimal. Keterbatasan ruang menghambat pembangunan ICVCU dan perluasan ICU padahal kebutuhan terus meningkat.
Data Mengkhawatirkan: Jantung & Stroke Penyebab Utama Kematian
Keputusan membangun RS khusus didasarkan pada data pelayanan 2022–2024:
Penyakit Jantung Koroner:
– 2022: 3.397 pasien, 91 meninggal
– 2023: 6.337 pasien, 371 meninggal
– 2024: 4.580 pasien, 157 meninggal
Stroke:
– 2022: 880 pasien, 109 meninggal
– 2023: 1.953 pasien, 283 meninggal
– 2024: 1.564 pasien, 141 meninggal
Hingga 2025, beban masih tinggi. Tercatat 2.811 pasien jantung dengan 234 meninggal, dan 1.769 pasien stroke dengan 264 meninggal.
Mayoritas pasien berada pada usia produktif hingga lanjut usia. Karena itu keberadaan rumah sakit khusus menjadi kebutuhan mendesak.
BACA LAGI.
Investasi untuk Masa Depan
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan pembangunan RS Jantung dan Stroke adalah bentuk tanggung jawab pemerintah.
“Masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kita tidak ingin ada warga Bangka Belitung yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh atau fasilitas pelayanan kritis belum memadai. Rumah Sakit Jantung dan Stroke ini adalah investasi untuk menyelamatkan nyawa masyarakat,” ungkap Gubernur.
JANGAN LEWATKAN.
“Kalau kita berbicara tentang kesehatan, yang kita selamatkan bukan hanya pasien hari ini, melainkan juga masa depan keluarga mereka,” jelas Gubernur.
Program Prioritas RPJMD 2025-2029
Rencana ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari *21 Program Prioritas Pemprov Babel* dalam RPJMD 2025–2029 dan telah melalui studi kelayakan.
Kepala Bappeda Babel Joko Triadhi menegaskan program ini bukan keputusan spontan. “Hasil kajian menunjukkan Babel memang membutuhkan rumah sakit khusus ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Joko menjelaskan skema pinjaman daerah diperbolehkan sepanjang memenuhi ketentuan. “Bank akan menilai kemampuan fiskal dan kelayakan proyek. Seluruh proses dilakukan profesional, akuntabel, dan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.
Skema pinjaman dinilai menjadi solusi agar infrastruktur vital tidak menunggu APBD bertahap bertahun-tahun.
Fasilitas Modern di Pusat Kota
Kepala Dinkes Babel Ria Agustine menyampaikan rumah sakit di pusat Kota Pangkalpinang akan mempercepat sistem rujukan dari puskesmas dan RS kabupaten/kota.
“Rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat layanan modern dengan dukungan *Cathlab, ICU, ICVCU, Stroke Center*, serta tenaga kesehatan kompeten. Dengan demikian masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” pungkasnya.
Pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak penting mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, dan merata bagi seluruh masyarakat Babel.
Penulis: Afriza Farnevi.
Editor: Rini | Jendela Group.
Foto: Biro Adpim Setda Babel.
Sumber: Biro Adpim Setda Babel/Dinkes Prov. Babel.
jb

jb
jb
jb
jb











