Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb jb
BELITUNG

RKAB Mandek, CV TPW Diduga Tampung Timah dari Luar IUP di STP Aik Renggadaian Damar

110
×

RKAB Mandek, CV TPW Diduga Tampung Timah dari Luar IUP di STP Aik Renggadaian Damar

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG TIMUR – Di tengah belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya/RKAB PT Timah Tbk, aktivitas pembelian bijih timah di lapangan diduga masih berlangsung. Temuan Jendelababel menunjukkan aktivitas tersebut terjadi di Stasiun Pengumpul/Aik Renggadaian, Damar, Kabupaten Belitung Timur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (9/7/2026), sejumlah operator terlihat masih aktif mengoperasikan meja goyang. Puluhan penambang silih berganti datang untuk menjual hasil tambang mereka ke stasiun pengumpul tersebut.

Beli Timah dari Luar IUP
Informasi dari petugas keamanan/security di lapangan menyebutkan pembelian bijih timah dilakukan oleh CV Tri Putra Wijaya/TPW melalui seorang kolektor lapangan bernama Asui.

BACA JUGA.

Security tersebut menyebut asal bijih timah yang dibeli tidak seluruhnya berasal dari wilayah IUP PT Timah. Saat ditanya siapa yang memberi perintah untuk membeli timah dari luar IUP, ia enggan menjawab.

“Mitra yang beli timah di sini bukan hanya satu. Ada CV TPW, CV KOKARTIM dari penambang suntik semua. Kalau areal tambang sebagian dari IUP, sebagian lagi dari luar IUP PT Timah. Wastam setiap hari ada di sini,” ujarnya, (9/7/2026).

Security itu juga mengungkap harga pembelian di lapangan hanya berkisar Rp150.000 per kilogram meski kadar Sn tergolong tinggi. Nilai tersebut dinilai jauh di bawah harga standar saat operasional PT Timah berjalan normal.

ARTIKEL TERBARU

Menurutnya, bijih timah yang dibeli tersimpan di gudang STP ini berkisar 50 ton ke atas. Seluruh hasil ditampung terlebih dahulu di gudang karena belum dapat dikirim.

“Harga beli di sini Rp150.000 turun meja. Rata-rata OC 75/76. Hasil pembelian masuk ke gudang kami. Saat ini stok di gudang diperkirakan sudah lebih dari 50 ton. Belum bisa dikirim karena RKAB masih belum terbit,” ungkapnya (9/7/2026).

JANGAN LEWATKAN.

Pengakuan Kolektor Asui
Sementara itu, Asui saat dikonfirmasi mengakui masih melakukan aktivitas pembelian bijih timah di stasiun pengumpul tersebut. Namun, ia menyebut aktivitas pembelian tidak dilakukan secara rutin karena terkendala keuangan.

“Kami tidak rutin buka, beberapa hari kami off karena keuangan terbatas. Timah juga belum bisa dikirim masih tunggu RKAB. Pertanyaannya jangan terlalu mendetail, bingung jawabnya,” ujar Asui (9/7)

Menurut Asui, keterbatasan dana tersebut dipengaruhi belum terbitnya RKAB PT Timah, sehingga aktivitas pembelian dilakukan secara terbatas dan tidak setiap hari.

*Pertanyaan Soal Legalitas dan Pengawasan*
Temuan ini memperkuat dugaan sebelumnya bahwa meskipun RKAB PT Timah belum disetujui, aktivitas pembelian bijih timah oleh sejumlah mitra masih berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas penampungan dan asal-usul bijih timah yang dibeli, terutama apabila berasal dari luar wilayah IUP PT Timah.

BACA LAGI.

Selain itu, kondisi ini juga diduga dimanfaatkan oleh oknum kolektor untuk membeli bijih timah dengan harga jauh di bawah harga pasar. Penambang yang membutuhkan uang tunai tidak memiliki banyak pilihan selain menjual hasil tambangnya dengan harga murah, sementara bijih timah tersebut diduga ditimbun hingga RKAB PT Timah kembali diterbitkan sehingga berpotensi memberikan keuntungan yang jauh lebih besar.

Praktik ini bukan hanya berpotensi merugikan para penambang rakyat, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan terhadap pembelian, penampungan, serta asal-usul bijih timah di tengah belum adanya RKAB yang menjadi dasar operasional.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Tri Putra Wijaya maupun PT Timah Tbk masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi terkait legalitas pembelian, asal bijih timah yang ditampung, serta mekanisme penyimpanan lebih dari 50 ton bijih timah selama RKAB belum diterbitkan.

_Penulis: GL
_Editor: Jendela Group_

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!