Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb jb
BELITUNGPEMPROV BABEL

Coba Nyanting di Belitung, Noni Hidayat Ajak Warga Bangga Pakai Batik Lokal

113
×

Coba Nyanting di Belitung, Noni Hidayat Ajak Warga Bangga Pakai Batik Lokal

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah/Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mencoba langsung membatik tulis saat mengunjungi dua sentra batik di Kabupaten Belitung, Selasa (30/6/2026).

Mengenakan canting berisi malam panas, Noni menorehkan garis demi garis di kain putih. Ia merasakan proses sabar yang selama ini dikerjakan perajin Belitung.

Kunjungan dilakukan ke Kelekak Batik dan Bepulin Batik. Selain meninjau, Noni berdialog dengan perajin, melihat produksi, hingga membeli koleksi batik sebagai bentuk apresiasi.

Motif Khas Belitung: Kepitek hingga Mercusuar Lengkuas  

Noni mengaku terpesona dengan motif wastra Belitung. Mulai dari `ikan kepitek, Mercusuar Lengkuas, daun simpur, mentilin, buah karamunting, hingga kembang ketuyut`.

BACA JUGA. 

Semua motif terinspirasi dari alam dan budaya Belitung. Selain batik tulis, kedua sentra juga mengembangkan batik cap, printing, dan ecoprint.

“Batik Belitung punya karakter kuat karena setiap motif punya cerita dan identitas daerah. Potensi ini harus kita dorong agar makin dikenal luas,” ujar Noni.

Komitmen Dekranasda: Pendanaan hingga Expo

Sebagai Ketua Dekranasda Babel, Noni menegaskan akan terus mendukung perajin. Pemprov melalui OPD terkait akan beri pendampingan, mulai fasilitasi dana, pelatihan SDM, hingga ikut pameran dan expo.

Dekranasda juga buka kolaborasi dengan Bank Indonesia, PLN, dan PT Timah lewat program pembinaan UMKM. Tujuannya agar perajin punya pasar lebih luas.

JANGAN LEWATKAN.

https://jendelababel.com/gubernur-hidayat-arsani-apresiasi-pengabdian-polri-di-hut-bhayangkara-ke-80/

“Mari bangga memakai dan membeli batik karya daerah sendiri. Dengan beli produk perajin lokal, kita jaga warisan budaya sekaligus gerakkan ekonomi masyarakat,” ajaknya.

Batik Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan  

Owner Bepulin Batik, Nurul Zuryati, menyebut produksinya libatkan warga sekitar dan beri ruang belajar bagi pelajar desain dan busana.

Bepulin juga pakai pewarna alami dari daun mangga, bakau, jambu biji, kulit manggis, biji alpukat, hingga daun jati.

“Inovasi ini hasilkan warna khas sekaligus produk ramah lingkungan,” jelas Nurul.

Owner Kelekak Batik, Diana, berharap pembinaan Pemprov Babel terus diperkuat. “Biar wastra Belitung makin dikenal nasional hingga internasional,” tutupnya.

Penulis: Idris Af | Foto/Video: Idris/Yoska | Editor: Yudhistira/Jendela Group.

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!