Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb jb
BANGKA BELITUNGPEMPROV BABEL

Wihaji dan Hidayat Arsani Tinjau Tamasya, Sekolah Lansia Besauh, dan Temu 1002 Kader TPK di Koba

106
×

Wihaji dan Hidayat Arsani Tinjau Tamasya, Sekolah Lansia Besauh, dan Temu 1002 Kader TPK di Koba

Sebarkan artikel ini
Dari Taman Asuh Hingga Sekolah Lansia, Gubernur dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergitas Gerakan Program GENTING Lintas Generasi Melalui Kader TPK Se-Babel

JENDELABABEL.COM, KOBA — Komitmen memperkuat pembangunan keluarga dan percepatan pencegahan stunting terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (Kemendukbangga/BKKBN RI).

Upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mempercepat pencegahan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi. Hal tersebut menjadi fokus dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji beserta rombongan ke Bumi Serumpun Sebalai di Yayasan Arraisyah Alhams Center, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (5/8/2026).

4 Program Sekaligus

Rangkaian kegiatan mencakup Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya, Sekolah Lansia Besauh, Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Babel, serta literasi keuangan keluarga sebagai bagian dari upaya mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, *Hidayat Arsani*, menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi penting dalam membentuk SDM yang sehat, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Karena itu, penanganan stunting perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, tim kader, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat.

 

“Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, kader, masyarakat, hingga dunia usaha,” ujarnya.

Tamasya dan Sidaya: Penguatan Lintas Generasi

Menurut Gubernur, melalui program Tamasya dan Sidaya (Lansia Berdaya) Babel memberi perhatian pada tumbuh kembang anak melalui lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung kebutuhan anak.

Di sisi lain, *Sekolah Lansia Besauh* menjadi upaya membangun keluarga yang peduli terhadap seluruh tahapan kehidupan. Para lansia didorong untuk tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, serta memiliki ruang untuk berinteraksi dan memperoleh edukasi.

“Pembangunan keluarga harus kita lihat secara utuh dan lintas generasi. Anak harus mendapatkan pengasuhan yang baik, keluarga harus semakin kuat, dan para lansia juga harus mendapatkan perhatian agar tetap sehat, aktif dan mandiri,” jelas Gubernur Hidayat Arsani.

Peran Strategis 1002 Kader TPK

Kepala BKKBN *Wihaji* dalam arahannya menegaskan peran kader *Tim Pendamping Keluarga (TPK)* sebagai ujung tombak pendampingan keluarga, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting.

Pendampingan dilakukan melalui edukasi, pemantauan kondisi keluarga, penguatan pola asuh, serta membantu menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan dan berbagai program intervensi.

“Untuk TPK Babel yang hadir di acara GENTING ini harus lebih memperkuat peran dan tugas pentingnya. Kinerja kalian sangat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan disetiap keluarga,” jelas Wihaji.

Wihaji merinci tugas TPK: mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, baduta, balita, lansia, serta mengawal program *Makan Bergizi Gratis (MBG)* khusus kelompok *3B* yakni Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Baduta Non-PAUD.

“Melalui TPK memegang peran penting dalam mengawal dan mendistribusikan program MBG yang difokuskan khusus pada kelompok sasaran 3B guna mempercepat penurunan angka stunting,” terang Wihaji.

“Ini merupakan salah satu program semangat Bapak Presiden Prabowo untuk memberikan asupan gizi mulai dari nol, yang kita sebut dengan seribu hari pertama kehidupan. Gizi cukup dan seimbang akan membantu anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” ujar Wihaji.

Bantuan Pentahelix dan Umroh untuk Lansia

Sinergi pemerintah daerah dengan Kemendukbangga/BKKBN diharapkan semakin memperkuat implementasi GENTING di Babel.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan Pemkab Bateng akan terus mendukung program prioritas BKKBN secara kolaboratif dan berkelanjutan. “Terdiri dari 1002 Tim Pendamping Keluarga se-Babel yang hadir disini untuk bisa mendukung dan mendampingi para keluarga,” ungkap Bupati Algafry.

Sebagai bentuk perhatian, mewakili Kepala BKKBN RI, Gubernur Hidayat Arsani memberikan *Umroh Gratis* kepada lansia Ibu Yumarsiyah.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pak Menteri atas hadiah umrohnya kepada kami anggota lansia. Kami sangat bangga dan senang atas pemberian dan dukungannya,” ungkap Yumarsiyah dengan penuh haru.

Dalam kegiatan ini, Mitra Pentahelix Kabupaten Bangka Tengah juga memberikan bantuan simbolis kepada 4 KRS berupa:

1. Bantuan Rutilahu Rp84.370.000 dari PT. Mitra Stania Bemban

2. Bantuan Nutrisi dan Jamban Rp53.750.000 dari Baznas Bangka Tengah

3. Bantuan Jamban Sehat Rp20.000.000 dari PT. Sinar Sejahtera Perkasa

4. Bantuan Nutrisi dan Jamban Rp15.000.000 dari Bank Sumsel Babel

Turut hadir Pj. Sekda Babel, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Wakil Bupati Bangka Tengah, jajaran Forkopimda, dan OPD terkait.

Penulis: Wigiari.

Foto/Video: Dinda/Rizky.

Editor: Lisia Ayu. | Jendela group.

Sumber: Biro Adpim Setda Babel.

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!