Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb
BANGKA BELITUNGDPRD PROVINSI BABEL

Reses Marathon 13 Jam Di Desa Celuak, Anggota DPRD Babel Sardi Tampung Keluhan PSR Sawit Hingga Jalan Hancur Dampak Truk Perusahaan

103
×

Reses Marathon 13 Jam Di Desa Celuak, Anggota DPRD Babel Sardi Tampung Keluhan PSR Sawit Hingga Jalan Hancur Dampak Truk Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Warga Minta RDP Sawit Luar & Pengelolaan Wisata Air Panas Jadi PADes

CELUAK, JENDELABABEL.COM Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Tengah, Sardi, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Celuak. Minggu, (12/9/2026)

Dalam kegiatan serap aspirasi yang berlangsung maraton sejak pukul 08.00 WIB hingga 21.46 WIB tersebut, Sardi menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh keluhan warga ke tingkat provinsi.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Celuak malam ini akan kami sampaikan dalam pembahasan di legislatif bersama instansi terkait*,” ujar Sardi.

Selain itu dalam sesi dialog, masyarakat mendesak pemerintah daerah segera memfasilitasi keterbatasan sarana produksi, khususnya kuota pupuk bersubsidi dan bantuan di bidang peternakan.

Selain itu, warga juga mempertanyakan kejelasan program *Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta bantuan bibit kelapa sawit yang dinilai belum tersalurkan secara merata.

Kepala Bidang Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bangka Belitung, Martina*, yang hadir mewakili kepala dinas, turut mencatat aspirasi tersebut.

Selain pertanian dan UMKM, warga turut menyampaikan sejumlah persoalan strategis lainnya:

1. Pengelolaan Sawit Luar: Warga mengusulkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pengelolaan perkebunan kelapa sawit oleh pihak luar yang dinilai tidak memberi dampak ekonomi bagi warga lokal. Warga juga meminta pengawasan ketat terhadap jalan desa yang rusak akibat dilintasi kendaraan operasional perusahaan.

2. Pengembangan Desa Wisata: Warga memohon bantuan skema pengelolaan (seperti sistem sewa atau kemitraan) atas objek wisata air panas Celuak yang saat ini berstatus kepemilikan perorangan, agar dapat dikelola dan menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

3. Sarana Pemuda: Masyarakat mendorong penyediaan sarana olahraga, seperti lapangan bulu tangkis, serta ruang kreatif bagi pemuda guna menekan angka migrasi tenaga kerja muda ke luar desa sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari gelaran festival desa mereka sendiri.

Menutup rangkaian acara yang juga dihadiri Kepala Desa Celuak beserta tokoh masyarakat setempat, Sardi menyerahkan cenderamata secara simbolis berupa baju kaos dan bola olahraga kepada warga yang hadir sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan di desa tersebut.

 

Penulis:[Jendela Group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!