JENDELABABEL.COM, BELITUNG — Keluhan warga terkait rusaknya Jalan Bahari di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belitung.
Sebelumnya, kondisi Jalan Bahari menjadi sorotan masyarakat karena mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Jalan tersebut diketahui merupakan akses utama pemukiman warga sekaligus jalur menuju SD Negeri 12, Madrasah Al Furqon, dan PAUD Kasih Bunda.
BACA JUGA
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belitung menyampaikan bahwa usulan perbaikan dari Pemerintah Desa Air Seruk sebenarnya sudah diterima dan telah ditindaklanjuti oleh pihak dinas.
“Usulan yang diajukan oleh pihak desa sudah ada. Dari bidang terkait pada PUPR juga telah melakukan survei dan peninjauan langsung ke lokasi yang dimaksud,” tulis Kepala Dinas PUPR dalam jawaban konfirmasi kepada awak media, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, kata dia, perbaikan Jalan Bahari melalui program rehabilitasi jalan telah dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2027.
Namun demikian, pihak PUPR juga membuka kemungkinan percepatan penanganan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Apabila kesiapan dan kondisi anggaran daerah memungkinkan, akan diupayakan agar usulan ini dapat dimajukan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026,” lanjutnya.
Jawaban tersebut sekaligus membenarkan pernyataan Kepala Desa Air Seruk, Prasastia Yoga, yang sebelumnya menyebut pihak desa telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah, termasuk saat reses anggota DPRD tahun lalu.
Di sisi lain, kerusakan Jalan Bahari juga diduga dipicu oleh aktivitas pengangkutan kaolin milik PT Alter Abadi yang sebelumnya menggunakan armada truk bertonase besar melintasi jalan tersebut.
Seorang warga Jalan Bahari yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan kekecewaannya terhadap perusahaan tersebut. Menurut dia, hingga kini tidak ada perhatian maupun kontribusi dari pihak perusahaan terhadap kondisi jalan yang rusak parah.
“PT AA dulu pakai Jalan Bahari, mobil yang dipakai truk besar. Mereka mau pakai jalan lagi untuk mengangkut pasir tapi kami tolak karena jalan sudah hancur dan membahayakan anak-anak sekolah,Sampai jalan hancur mereka tidak pernah membantu memperbaikinya akhirnya PT AA membuat jalan sendiri sejak 2 tahun lalu ,” ujar sumber kepada awak media, 20 Mei 2026.
Meski telah mendapat respons dari pemerintah, warga berharap perbaikan tidak hanya sebatas wacana dan perencanaan di atas kertas. Pasalnya, kondisi jalan saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan kerap menyebabkan pengendara jatuh, terutama saat hujan turun dan lubang jalan tertutup genangan air.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan memakan korban lebih banyak.
Sementara itu pihak PT alter abadi tidak merespon saat dikonfirmasi awak media, sikap bungkam ini terkesan sebagai upaya untuk menghindari tanggung jawab sosial. (GL/Jendela Group)
jb
jb
jb
jb
jb











