Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb jb
BANGKA BELITUNGDPRD PROVINSI BABEL

DPRD Babel Desak Pelindo Perjuangkan Pelabuhan Pangkalbalam Masuk PSN, Soroti Masalah Sedimentasi

109
×

DPRD Babel Desak Pelindo Perjuangkan Pelabuhan Pangkalbalam Masuk PSN, Soroti Masalah Sedimentasi

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, JAKARTA — Di tengah besarnya potensi ekonomi Kepulauan Bangka Belitung, persoalan klasik di sektor pelabuhan masih menjadi penghambat utama. Sedimentasi, keterbatasan pengembangan, hingga lambatnya arus logistik dinilai membuat daya saing daerah belum berkembang optimal. Jumat (17/7/2026).

Kondisi itu mendorong Anggota Komisi III DPRD Provinsi Babel, *Imam Wahyudi*, mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar serius memperjuangkan Pelabuhan Pangkalbalam masuk dalam daftar *Proyek Strategis Nasional (PSN)*.

Desakan tersebut disampaikan Imam saat Komisi III DPRD Babel melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Pelindo di Jakarta,

PSN Jadi Kunci Percepatan Infrastruktur

Bagi Imam, status PSN bukan sekadar label, melainkan pintu masuk percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga kelancaran distribusi barang di Bangka Belitung.

“Apakah pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam sudah diusulkan masuk PSN? Jika belum, kami berharap Pelindo ikut mendorongnya. Kami juga ingin mengetahui pembangunan apa saja yang telah dan akan dilakukan di Bangka Belitung,” tegas Imam Wahyudi dalam rapat tersebut.

Menurutnya, pelabuhan merupakan urat nadi perekonomian daerah kepulauan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan tidak boleh lagi berjalan lambat.

Sedimentasi Jadi Tantangan Utama

Dalam kesempatan yang sama, Executive Director PT Pelindo, *Budi*, menjelaskan pihaknya saat ini mengelola dua pelabuhan utama di Babel, yakni Pelabuhan Pangkalbalam dan Pelabuhan Tanjung Pandan.

Namun, kedua pelabuhan tersebut masih menghadapi tantangan serius berupa sedimentasi yang dipengaruhi pasang surut laut serta aktivitas penambangan timah di sekitar alur pelayaran.

“Kondisi sedimentasi menjadi tantangan utama sehingga diperlukan pengerukan secara berkala dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait,” jelas Budi.

Persoalan sedimentasi menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Babel. Selain memperlambat aktivitas kapal, kondisi tersebut berdampak pada efisiensi distribusi logistik serta tingginya biaya transportasi yang ditanggung pelaku usaha.

Tidak hanya itu, para legislator juga meminta Pelindo meningkatkan kualitas layanan pelabuhan dan penyeberangan agar mobilitas masyarakat maupun distribusi barang berlangsung lebih cepat.

Komisi III juga mengusulkan agar Pelindo mulai mengembangkan pelabuhan di Kabupaten Belitung Timur yang dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pertemuan DPRD Babel dan PT Pelindo diharapkan tidak berhenti pada pembahasan. DPRD berharap ada langkah konkret mempercepat penyelesaian persoalan pelabuhanan, mulai dari pengerukan alur, peningkatan fasilitas, hingga perjuangan memasukkan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam ke dalam Proyek Strategis Nasional.

Jika terwujud, Bangka Belitung diyakini akan memiliki infrastruktur pelabuhan yang lebih modern, konektivitas semakin kuat, serta daya saing ekonomi yang mampu menarik lebih banyak investasi.

Editor: [Jebdea Group]

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!