JENDELABABEL.COM, BELITUNG – Kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit mobil tangki BBM bernomor polisi BN 1564 WD di Desa Ibul, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, memunculkan pertanyaan terkait asal-usul dan tujuan distribusi solar yang diangkut kendaraan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, mobil tangki tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Tanjungpandan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jenis BBM solar yang diangkut maupun legalitas distribusinya.
BACA JUGA.
Tim awak media Jendelababel.com yang turun langsung ke lokasi kejadian tidak lagi menemukan mobil tangki tersebut. Kendaraan diduga telah dievakuasi sebelum awak media tiba di lokasi.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengaku sempat mendatangi mobil tangki usai kecelakaan terjadi.(10/06/2026)
Menurut keterangan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, kendaraan tersebut disebut-sebut baru selesai mendistribusikan solar di Desa Simpang Pesak, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, dan sedang dalam perjalanan menuju Tanjungpandan.(10/06/2026)
Selain itu, dari informasi yang dihimpun di lapangan, mobil tangki bernomor polisi BN 1564 WD tersebut juga disebut-sebut milik seseorang berinisial BM. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut guna memastikan status kepemilikan kendaraan dimaksud.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah terkait identitas kendaraan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh redaksi jendelababel dari instansi Terkait, nomor polisi BN 1564 WD tercatat sebagai kendaraan penumpang jenis Daihatsu tahun 2018.
Data tersebut berbeda dengan kendaraan yang mengalami kecelakaan di Desa Ibul, yang merupakan mobil tangki pengangkut BBM. Perbedaan identitas kendaraan ini memunculkan dugaan bahwa nomor polisi yang terpasang pada mobil tangki saat kejadian tidak sesuai dengan data kendaraan yang terdaftar.
Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan konfirmasi dari pihak pemilik kendaraan maupun instansi berwenang, termasuk Samsat dan Kepolisian, guna memastikan legalitas penggunaan nomor polisi pada kendaraan tersebut.
Publik saat ini juga menyoroti status solar yang dibawa mobil tangki tersebut, apakah merupakan BBM subsidi atau non-subsidi. Pasalnya, distribusi BBM bersubsidi memiliki ketentuan dan pengawasan khusus dari pemerintah.
JANGAN LEWATKAN.
Kejanggalan data nomor polisi yang berbeda dengan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan semakin menambah pertanyaan mengenai legalitas operasional mobil tangki tersebut, termasuk terkait dokumen kendaraan dan aktivitas distribusi BBM yang dilakukan.
Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemilik kendaraan maupun instansi terkait mengenai asal-usul solar yang diangkut mobil tangki tersebut.
Jendelababel.com masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait legalitas distribusi BBM, status nomor polisi kendaraan, serta kronologi lengkap kecelakaan yang terjadi di Desa Ibul, Kecamatan Badau. (GL/Jendela Group)
jb

jb
jb
jb











