BELITNNG, JENDELABABEL.COM – Keberangkatan pesawat Super Air Jet rute Tanjungpandan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, mengalami keterlambatan pada Minggu (11/10/2026). Penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB itu dijadwalkan kembali pada pukul 20.00 WIB.
Keterlambatan tersebut membuat sejumlah penumpang harus menunggu lebih lama di bandara. Salah seorang penumpang mengaku telah berada di bandara sejak pukul 07.00 WIB untuk menunggu keberangkatan.
BACA JUGA
“Kami sudah menunggu dari jam 7 pagi. Awalnya keberangkatan dijadwalkan jam 9 pagi, namun tertunda sampai kami mendapat informasi bahwa keberangkatan dijadwalkan jam 8 malam,” ujar salah seorang penumpang kepada Jendelababel.com
Saat dikonfirmasi Jendelababel.com Manager Super Air Jet, Ade, menjelaskan bahwa keterlambatan penerbangan dipengaruhi gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang.
“Dari informasi yang saya terima sejak pagi, kendala utamanya adalah gangguan asap di Palembang. Jarak pandang udara di sana hanya sekitar 400 meter,” jelas Ade, Minggu (11/10/2026).
BACA LAGI.
Ia menerangkan, pesawat yang melayani rute Tanjungpandan–Jakarta sebelumnya menjalani penerbangan dari Palembang menuju Pangkalpinang, kemudian ke Tanjungpandan dan selanjutnya menuju Jakarta. Penundaan pada rute awal berdampak terhadap jadwal penerbangan berikutnya.
“Demi keselamatan penerbangan, penerbangan dari Palembang menuju Pangkalpinang ditunda. Karena rute pesawat tersebut berlanjut ke Pangkalpinang, Tanjungpandan, hingga Jakarta, maka penerbangan berikutnya ikut terdampak*,” ujar Ade.
Terkait informasi keterlambatan, Ade menyampaikan bahwa pihak maskapai telah melakukan pemberitahuan kepada penumpang. Namun, menurutnya, sebagian penumpang yang memesan tiket melalui pihak lain belum menerima informasi tersebut secara langsung..
JANGAN LEWATKAN
“Seluruh penumpang sudah kami lakukan pemberitahuan terkait keterlambatan jadwal penerbangan. Sebagian penumpang yang memesan tiket melalui pihak lain mungkin belum menerima informasi secara langsung,” katanya.
Sebagai bentuk pelayanan selama keterlambatan, manajemen Super Air Jet juga memberikan kompensasi kepada penumpang. Ade mengatakan, pada siang hari penumpang mendapatkan makanan ringan, sedangkan pada sore hari diberikan makanan berat serta uang kompensasi sebesar Rp300.000 kepada setiap penumpang rute Tanjungpandan–Jakarta.
“Untuk kompensasi, siang hari kami sudah memberikan makanan ringan. Sore ini kami memberikan makanan berat dan uang sebesar Rp300 ribu kepada setiap penumpang tujuan Tanjungpandan–Jakarta,” ungkap Ade.
Ia menambahkan, keputusan menunda penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan di tengah gangguan asap yang terjadi di Palembang.
Pihak maskapai berharap penjelasan mengenai kendala operasional tersebut dapat memberikan pemahaman kepada penumpang terkait penyebab keterlambatan. Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan operasional.
Penulis: [GL]
Editor: [Jendela Group]
jb

jb
jb











