JENDELABABEL.COM, BELITUNG — Kondisi fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arofah yang berlokasi di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Belitung mulai menuai sorotan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber tertutup yang mengetahui kondisi internal lembaga tersebut, sejumlah fasilitas penunjang pendidikan disebut masih belum memadai.
Fasilitas Penunjang Disorot
Fasilitas yang menjadi sorotan antara lain laboratorium, ruang dan kelengkapan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, hingga fasilitas toilet bagi para guru yang disebut bahkan belum tersedia.
“Ponpes ini memang belum lengkap fasilitasnya. Ruang UKS, perpustakaan, laboratorium belum memadai, toilet guru pun sampai saat ini belum ada,” ungkap sumber, Selasa (25/8/2026).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: bagaimana lembaga pendidikan dapat meningkatkan mutu pembelajaran apabila fasilitas penunjang belum memadai.
Para santriwan dan santriwati harus dibekali kompetensi. Fasilitas menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari upaya menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.
Apalagi lembaga tersebut diketahui menyelenggarakan pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), yang masing-masing setara dengan jenjang SMP dan SMA.
Dengan demikian, persoalan fasilitas bukan sekadar persoalan internal lembaga, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima para peserta didik.
Pertanyaan Soal Transparansi Anggaran
Pertanyaan lainnya adalah bagaimana sumber dan penggunaan anggaran pendidikan di yayasan tersebut. Apakah terdapat alokasi yang memadai untuk pengembangan fasilitas, serta kebutuhan pendidikan lainnya?
Transparansi pengelolaan anggaran menjadi penting, terutama apabila yayasan memperoleh sumber pendanaan dari berbagai pihak, termasuk bantuan pemerintah, sumbangan masyarakat maupun sumber pendanaan lainnya.*Upaya Konfirmasi Buntu
_Jendelababel.com_ telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua Yayasan, Subandi, terkait kondisi fasilitas pendidikan serta mekanisme pengelolaan keuangan dan pengawasan yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Subandi belum memberikan tanggapan.
Sikap tidak memberikan respons dan bahkan memblokir nomor awak media membuat sejumlah pertanyaan mengenai kondisi internal dan transparansi pengelolaan yayasan.
Meski demikian, informasi mengenai kondisi fasilitas tersebut masih bersumber dari pihak yang memberikan keterangan kepada media. Karena itu, _Jendelababel.com_ tetap membuka ruang bagi pihak yayasan untuk memberikan klarifikasi, termasuk apabila terdapat informasi yang berbeda.
Publik tentu berhak mengetahui bagaimana lembaga pendidikan mengelola sumber daya yang dimilikinya dan sejauh mana komitmen yayasan dalam memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai.
Sebab, mutu pendidikan tidak hanya berbicara tentang keberadaan lembaga dan jumlah peserta didik, tetapi juga tentang kelayakan fasilitas, kualitas tenaga pendidik serta transparansi dan keseriusan pengelolaan lembaga pendidikan.
Penulis: [GL]
Editor: [Jendela Group]
jb

jb
jb











