Hasil Sidak 19 September, Komunikasi Langsung ke GM Pertamina Membuahkan Hasil
BELITUNG, JENDELABABEL.COM — Gerak cepat Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, SH., MH. menyikapi keluhan masyarakat terkait antrean dan keterbatasan pasokan BBM subsidi jenis Pertalite mulai membuahkan hasil.
Sebelumnya, Didit melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kabupaten Belitung pada hari Sabtu, 19 September 2026. Dari hasil peninjauan tersebut, Didit mendapatkan informasi terkait adanya pengurangan pasokan Pertalite di sejumlah SPBU yang berdampak terhadap panjangnya antrean kendaraan.
ARTIKEL TERKAIT..
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Didit kemudian berkomunikasi langsung dengan pihak Pertamina, termasuk General Manager (GM), untuk membahas persoalan pasokan BBM subsidi di sejumlah SPBU di Belitung.
Hasil komunikasi tersebut membuahkan hasil. Sejumlah SPBU disebut telah mendapatkan tambahan pasokan Pertalite pada Senin (21/9/2026).
“Dari hasil komunikasi dengan pihak Pertamina, hari ini sejumlah SPBU sudah ditambah kuotanya,” ujar Didit saat dikonfirmasi Jendelababel.
Salah satu SPBU yang mendapatkan tambahan pasokan yakni SPBU Jalan Baru Sebelumnya, SPBU tersebut hanya mendapatkan pasokan Pertalite sebanyak 8 ton.
BACA JUGA.
Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan pihak Pertamina, pasokan kembali ditambah sebanyak 8 ton sehingga total pasokan yang masuk mencapai 16 ton.
Salah seorang pengurus SPBU Jalan Baru yang akrab disapa Pak Erte membenarkan adanya tambahan pasokan tersebut.
“Benar Pak, kuota kami sudah ditambah. Tadi siang masuk 8 ton, kemudian tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB pasokan Pertalite ditambah lagi 8 ton. Jadi hari ini masuk 16 ton,” ungkap Pak Erte.
Penambahan pasokan tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam merespons persoalan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Kabupaten Belitung.
JANGAN LEWATKAN.
Sebelumnya, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU akibat keterbatasan pasokan BBM subsidi. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat lantaran waktu tunggu untuk mendapatkan Pertalite menjadi lebih lama akibat kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite.
Didit berharap penambahan pasokan tersebut dapat membantu mengurai antrean dan memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah tingginya permintaan BBM subsidi.
Langkah komunikasi langsung dengan pihak Pertamina tersebut juga menunjukkan adanya tindak lanjut terhadap hasil sidak yang sebelumnya dilakukan di lapangan.
Publik kini berharap tambahan pasokan Pertalite tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat.
Penulis: [GL]
Editor: [Jendela group]
jb

jb
jb











