Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb jb
BANGKA BELITUNGPEMPROV BABEL

Pastikan Kualitas Gizi Terpenuhi, Gubernur Hidayat Arsani Dampingi Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Tinjau Layanan Program MBG 3B

102
×

Pastikan Kualitas Gizi Terpenuhi, Gubernur Hidayat Arsani Dampingi Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Tinjau Layanan Program MBG 3B

Sebarkan artikel ini
SPPG Lontong Pancur Jadi Salah Satu Titik Tinjauan dari 33.852 Penerima MBG 3B Nasional

JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat Babel, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B.

Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani saat mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan layanan Program MBG 3B di SPPG Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026) pagi.

Tinjau Standar Kualitas SPPG

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja rombongan Kemendukbangga/BKKBN RI ke Babel sekaligus untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan optimal dan sejalan dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Sesampainya di SPPG Pangkalbalam, Mendukbangga Wihaji bersama Gubernur Hidayat Arsani langsung meninjau keadaan SPPG tersebut. Pantauan dimulai dari kualitas bahan pokok, operasional alat memasak, hingga kebersihan alat makanan untuk memastikan kesterilan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat MBG 3B.

Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi ibu dan anak merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Yang paling penting adalah bagaimana makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Kita ingin program ini memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh Masyarakat Babel,” ujar Hidayat.

Menurutnya, keberhasilan program MBG 3B membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) , hingga masyarakat.

“Program ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Maka kualitasnya harus kita jaga bersama, distribusinya harus tepat, dan penerima manfaat harus benar-benar mendapatkan makanan bergizi sesuai kebutuhannya,” tegasnya.

33.852 Penerima MBG 3B di Indonesia

Sementara itu, Mendukbangga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, menyampaikan bahwa MBG 3B merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan anak.

“Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi sasaran penting karena pemenuhan gizi pada periode tersebut sangat menentukan tumbuh kembang anak sekaligus menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting,” jelas Wihaji.

Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran strategis dalam memastikan pendataan penerima manfaat, distribusi makanan, edukasi kepada keluarga, serta pemantauan dan evaluasi.

“Saya meninjau dari 33.852 penerima manfaat MBG 3B di Indonesia. Salah satu titiknya ada di SPPG Pangkalbalam kota Pangkalpinang. Saya melihat SPPG disini sudah memenuhi standar sesuai dengan program Bapak Presiden Prabowo,” terang Mendukbangga Wihaji.

Wihaji juga menekankan arahan Presiden agar tidak banyak diskusi, tapi langsung turun ke lapangan.

“Menyampaikan info dari Bapak Presiden jangan banyak diskusi dan jangan banyak lokakarya. Kita harus turun ke lapangan, cek kondisi SPPG setempat. Kalau ada masalah segera laporkan dan kita selesaikan dengan cepat. Kita pastikan penerima manfaatnya tepat sasaran dan asupan gizinya sesuai standar kesehatan,” papar Wihaji.

Fondasi Generasi Babel Sehat

Bagi Pemprov Babel, penguatan layanan MBG 3B sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Gizi yang terpenuhi sejak masa kehamilan hingga periode tumbuh kembang anak diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Babel yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah serta dukungan seluruh elemen masyarakat, Program MBG 3B diharapkan tidak sekadar menjadi program pemenuhan makanan bergizi, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama membangun keluarga sehat, mencegah stunting, dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045*

Penulis: Wigiari.

Foto/Video: NDP/Poniran.

Editor: Irnawati | Jendela Group.

Sumber: Biro Adpim Setda Babel.

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!