JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat komitmen pengendalian inflasi. Hal itu ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin langsung Gubernur Hidayat Arsani.
Pertemuan strategis yang digelar di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Rabu (15/7/2026) itu dihadiri Bank Indonesia Babel, Forkopimda Babel, serta Bupati dan Wali Kota se-Babel.

Hasilnya, seluruh kepala daerah sepakat menjalankan 11 program prioritas pengendalian inflasi secara terpadu. Tujuannya menjaga inflasi tetap aman, stabil, dan terkendali, sekaligus memperkuat ketahanan pangan serta menjaga daya beli masyarakat.
Rapat turut dihadiri Pj. Sekda Babel Fery Afriyanto, Deputi Kepala Perwakilan BI Babel Rifki Ismail, unsur Forkopimda, dan pimpinan OPD Pemprov serta kabupaten/kota.
BACA JUGA.
Sementara secara daring hadir Kepala Perwakilan BI Babel Rommy Sariu Tamawiwy dan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat.
Kegiatan ini dikoordinasikan Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel.

Inflasi Babel Hingga Juni 2026 Stabil
Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama.
“Kita perlu berkolaborasi untuk mengendalikan laju inflasi. Semua sektor harus ditegakkan untuk menekan laju inflasi. Dengan semangat kebersamaan kita dapat menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Bangka Belitung,” ujar Gubernur.
JANGAN LEWATI
Berdasarkan paparan Bupati dan Wali Kota se-Babel, inflasi di Babel hingga pertengahan tahun 2026 berada dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali.
Capaian itu menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi mengantisipasi potensi gejolak harga akibat gangguan pasokan, distribusi, maupun faktor musiman.
11 Program Prioritas Pengendalian Inflasi

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemerintah daerah di Babel berkomitmen melaksanakan program pengendalian inflasi terpadu melalui 11 program prioritas, yaitu:
1. Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah
2. Diversifikasi Pangan
3. Business Matching Komoditas Pangan
4. Pengembangan Early Warning System (EWS)
5. Perluasan Asuransi Pertanian
6. Penguatan Sarana Pasca Panen
7. Kerja Sama Antardaerah
8. Fasilitasi Distribusi Pangan
9. Hilirisasi Pangan
10. Penguatan Evaluasi Kebijakan Pusat dan Daerah
11. Pelaporan Aktivitas Perekonomian Terintegrasi melalui Sistem Babel Ecository
Dengan komitmen tersebut, Pemprov Babel bersama pemerintah kabupaten/kota optimistis pengendalian inflasi berjalan lebih efektif.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Babel.
_Penulis: AP_
_Foto: M Egar P_
_Sumber: Biro Adpim_
_Editor: Lisia Ayu/Jendela Group_
jb

jb
jb
jb
jb











