BELITUNG, JENDELABABEL.COM — Aktivitas pabrik pengolahan sagu yang berlokasi di Jalan Depan Futsal, Dusun Air Rembikang, Desa Air Seru, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, menuai sorotan warga.
Selain mengeluhkan aroma tak sedap yang berasal dari limbah pengolahan sagu, warga juga mempertanyakan sistem pengelolaan limbah pabrik tersebut.
Pantauan JENDELABABEL di lokasi, Rabu (23/9/2026), terlihat aktivitas pengolahan sagu masih berlangsung. Tumpukan bahan baku maupun sisa hasil pengolahan tampak berada di sekitar area pabrik.
Dalam pantauan di lapangan, terdapat aliran limbah yang terlihat mengarah langsung menuju aliran sungai di sekitar lokasi pabrik.
Setiap Hari Bau Busuk Menyengat
Kondisi tersebut dikeluhkan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, bau yang diduga berasal dari limbah pengolahan sagu kerap tercium setiap hari.
“Setiap hari kami di sini mencium bau busuk dari ampas pengolahan limbah pabrik itu. Baunya sangat menyengat,” ujar sumber kepada JENDELABABEL Rabu (23/9/2026).
Pemilik Akui Izin Masih Dalam Pengurusan
Saat dikonfirmasi mengenai legalitas usaha dan sistem pengelolaan limbah, Masudi selaku pemilik pabrik mengakui bahwa perizinan usaha tersebut masih dalam proses pengurusan.
Menurut Masudi, pengurusan izin baru berjalan sekitar satu minggu. Sementara itu, aktivitas pabrik disebut telah berlangsung hampir satu tahun.
“Saya sudah beroperasi satu tahun. Kalau izinnya sedang dalam pengurusan, sudah satu minggu ini dalam proses,” kata Masudi.
Masudi juga memberikan penjelasan terkait limbah yang terlihat mengarah ke aliran sungai. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi karena bak penampungan limbah mengalami kerusakan pada bagian dinding sehingga limbah meluap.
“Limbah ini tumpah akibat tangki/bak penampungan jebol. Ini lagi saya pasang tiang kayu,” ujar Masudi.
Namun, penjelasan tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut oleh instansi berwenang. Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi, aliran limbah terlihat mengarah ke aliran sungai sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengelolaan dan pengendalian limbah dari kegiatan produksi tersebut.
DLH Diminta Turun Tangan
Munculnya keluhan warga serta adanya dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai membuat masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
Warga meminta pemerintah tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi perizinan usaha, tetapi juga memeriksa secara menyeluruh sistem pengelolaan limbah, kondisi bak penampungan, kualitas air di sekitar lokasi, serta dampak aktivitas pabrik terhadap lingkungan dan masyarakat.
Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, masyarakat meminta agar diberikan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tidak hanya DLH, instansi teknis terkait dan aparat penegak hukum juga diminta segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan apakah kegiatan operasional pabrik tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan dan kewajiban pengelolaan lingkungan.
Publik tentu berhak mendapatkan kepastian bahwa aktivitas industri yang berjalan tidak menimbulkan pencemaran atau dampak lingkungan yang merugikan masyarakat.
JENDELABABEL akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan instansi berwenang lainnya, terkait status perizinan serta dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai tersebut.
Penulis: [GL]
Editor: [Jendela Group]
jb

jb
jb











