Scroll untuk baca artikel
jb
jb jb jb
BANGKA BELITUNGDPRD PROVINSI BABEL

Kebun Plasma Jadi Topik Utama 9 Desa di Bangka Audiensi di DPRD Babel

104
×

Kebun Plasma Jadi Topik Utama 9 Desa di Bangka Audiensi di DPRD Babel

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar audiensi bersama masyarakat, pemerintah daerah, instansi teknis, dan manajemen PT Gunung Maras Lestari (GML) di Ruang Badan Musyawarah (Banmus), Rabu (3/6/2026).

Pertemuan digelar untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat dari sembilan desa di tiga Kecamatan Kabupaten Bangka terkait keberadaan perusahaan di wilayah mereka.

Dipimpin langsung Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya. Dalam kesempatan audiensi, Didit mengapresiasi kehadiran jajaran manajemen PTGML yang hadir untuk mendengarkan berbagai masukan dan harapan masyarakat.

BACA BERITA TERKAIT

“Terima kasih kepada Direktur baru PT GML yang bersedia hadir langsung dalam rapat ini untuk mendengarkan dan mencari solusi terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat,” kata Didit.

Dalam audiensi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah harapan agar manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh desa-desa yang berada di sekitar kawasan operasional PT GML. Warga menilai masih terdapat berbagai peluang kemitraan yang dapat dikembangkan bersama masyarakat desa.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam program kerja sama dengan perusahaan. Menurut warga, langkah tersebut dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya pemerataan program pemberdayaan, dukungan beasiswa pendidikan, serta kesempatan kerja yang lebih besar bagi warga lokal. Berbagai program tersebut dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas perusahaan.

Di samping berbagai aspirasi tersebut, warga turut menyoroti pembangunan kebun plasma yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap terdapat kejelasan mengenai realisasi kebun plasma yang menjadi hak masyarakat di sekitar kawasan HGU perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Didit mengatakan persoalan plasma menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan dalam audiensi.

“Masyarakat sembilan desa dari tiga kecamatan menuntut agar kewajiban plasma 20 persen segera direalisasikan. Ini menjadi aspirasi utama yang disampaikan dalam rapat hari ini,” ujarnya.

Menurut Didit, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan tindak lanjut DPRD Babel bersama pemerintah daerah dan pihak perusahaan guna mencari solusi yang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan, mengatakan pemerintah daerah siap memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan perusahaan agar berbagai persoalan yang berkembang dapat dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menjelaskan beberapa hal yang disampaikan masyarakat memerlukan koordinasi lebih lanjut karena melibatkan sejumlah instansi terkait. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan terus mendorong komunikasi yang konstruktif antara seluruh

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah catatan dan aspirasi yang akan dibahas lebih lanjut. DPRD Babel berharap pertemuan itu dapat menjadi langkah awal dalam membangun solusi bersama antara masyarakat, pemerintah, dan PT GML.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada penyampaian aspirasi saja, tetapi menghasilkan langkah konkret dan kepastian bagi masyarakat,” tegas Didit. (Jendela Group)

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!