Scroll untuk baca artikel
jb jb
jb jb jb
BANGKA BELITUNGPEMPROV BABEL

Lestarikan Tradisi Menyirih, Gubernur Hidayat Arsani Resmi Buka Festival Budaya Napak Sire 2026

111
×

Lestarikan Tradisi Menyirih, Gubernur Hidayat Arsani Resmi Buka Festival Budaya Napak Sire 2026

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, BELITUNG — Penampilan Tarian Sekapur Sirih massal yang melibatkan 116 penari dari sanggar dan sekolah di Kabupaten Belitung menyambut kedatangan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani, dalam Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026.

​Gubernur Babel Hidayat Arsani, secara resmi membuka pergelaran Festival Budaya Napak Sire 2026. Acara yang mengusung tema utama “Menjalin Silaturahmi dengan 1.000 Lembar Sirih” ini berlangsung meriah di Pantai Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, pada Jumat (22/5/2026).

​Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menekankan bahwa tradisi menyirih bukan sekadar kebiasaan seremonial, melainkan simbol penting dari identitas dan perekat sosial masyarakat Melayu.

​”Tradisi menyirih merupakan salah satu warisan budaya yang telah turun-temurun hidup di tengah masyarakat Melayu. Menyirih tidak hanya menjadi bagian dari adat istiadat, melainkan juga mengandung makna silaturahmi, penghormatan, dan kebersamaan,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.

​Melalui gerakan simbolis bertajuk “Menjalin Silaturahmi dengan 1.000 Lembar Sirih”, Gubernur Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengenali, mencintai, dan membumikan budaya sendiri di era modernisasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat luas adalah kunci utama dari keberhasilan sebuah pelestarian budaya.

​Tidak hanya fokus pada aspek tradisional, Gubernur Hidayat Arsani juga memproyeksikan festival ini sebagai motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Belitung. Kunci utama keberhasilan ini, lanjut Gubernur, terletak pada kolaborasi yang solid.

​Menutup arahannya, orang nomor satu di Kepulauan Bangka Belitung ini menitipkan pesan mendalam kepada generasi muda agar tidak melupakan akar budaya mereka. Ia berharap inovasi anak muda dapat membawa kebudayaan lokal ke panggung dunia.

​”Kepada generasi muda, saya mengajak untuk turut menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Jangan sampai nilai-nilai tradisi yang kita miliki hilang ditelan perkembangan zaman. Justru melalui kreativitas dan inovasi, budaya lokal dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada dunia,” pungkas Gubernur Hidayat Arsani sebelum meresmikan pembukaan acara.

​Selain itu, dilaksanakan pula penyerahan piagam penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kepada Gubernur Babel. Penghargaan tersebut menetapkan Festival Budaya Napak Sire sebagai salah satu dari 125 acara terpilih dalam Kharisma Event Nusantara 2026. Festival ini pun semakin menarik dengan diadakannya aksi nyire massal yang diikuti oleh 1.000 orang.

 

​Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Belitung, Bupati Belitung Timur, Wakil Bupati Belitung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Kementerian Pariwisata, Analis Pariwisata Kementerian Pariwisata, Ketua BP Kebudayaan Babel, para kepala perangkat daerah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dengan dibukanya festival ini, kemajuan pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (Jendela Group)

 

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!