JENDELABABEL.COM, NAMANG — Kawasan Hutan Lindung (HL) di Desa Belilik, Kabupaten Bangka Tengah, dilaporkan mengalami perbahan hingga gundul. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari pemandian umum warga dan berbatasan dengan kawasan hutan mangrove Kurau Barat.
Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Hendra membenarkan bahwa hutan setempat telah dibabat. Menurutnya, luas lahan yang sudah dibuka diperkirakan sekitar 8 hektar.
Namun, Ia mengungkapkan keseluruhan luas lahan berjumlah sekitar puluhan ha dan telah dibagi dalam sejumlah blok dan terdapat pohon yang telah ditebang.
“Iya benar, dari pantauan kami, Kurang lebih luas keseluruhan sekitar puluhan hektare, 8 hektar yang sudah dibuka. Sisanya ada juga yang sudah diblok-blok bandar mengunakan alat berat dan ditebang. Itu kawawasan Hitan Lindung. Positif HL,”ujarnya.
Menurut Hendra, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak desa setempat untuk menelusuri pihak yang mengelola atau menggarap lahan.
Disisi lain, Kepala Desa Belilik Sudarwan, kepada Media menyampaikan tidak mengetahui kepemilikan maupun pengelolaan lahan tersebut.
“Dak tau ada perambahan hitam di situ, karena tempat lokasi nya didalam”,pungkasnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa Sudarwan tidak menutupi adanya surat pemanggilan dari pihak KPHP yang meminta bantuan pemerintah desa untuk menyampaikan surat pemanggilan kepada sejumlah pihak yang diduga mengetahui aktivitas di lokasi, di antaranya warga Belilik dan warga Desa Kurau.
“Aok bener, ada surat pemanggilan dari pihak KPHP. dan kami sedang mencari tau siapa oknum warga kami yang dimaksud”,ungkap Kades.
Sebelumnya, hal senada juga dikatakan Plh UPT KPHP Sungai sembulan Hendra.
“Kami sudah menghubungi Pak Kades untuk menanyakan siapa yang punya atau mengurus. Pak Kades tidak tahu. Kami minta tolong disampaikan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
Hendra menambahkan, pihaknya telah memasang papan peringatan atau spanduk di lokasi sebagai langkah awal penertiban, serta akan melaporkan temuan tersebut kepada dinas terkait.
Saat melakukan pengecekan lapangan, petugas tidak menemukan keberadaan alat berat di lokasi. “Tidak ada alat berat,” katanya.
Informasi sementara, dari salah satu pekerja yang ikut melakukan perambahan hutan menyampaikan, dirinya berserta rekan- rekan lainnya hanya mengambil upah dan di suruh oleh oknum ASN lingkungan Pemprov Babel berinisial H alias SH.
“Aok, kami hanya ditawarkan begawe, dan dak tau bakal seperti ini. Kami hanya mencari upah untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari bertahan hidup. Yang nyuruh kami pegawai”,ujar pekerja R kepada Media.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh pihak media ini, lahan yang dibuka tersebut diduga kuat telah diperjualbelikan.
Beberapa sumber yang dihimpun juga sama menyebut oknum tersebut dikenal menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit milik kerabat hingga orang tuanya.
Untuk memastikan informasi tersebut, Jendelababel.com, dan Aksara Newsroom masih berupaya menghubungi oknum ASN H guna memperoleh klarifikasi dan konfirmasi resmi lebih lanjut. (Redaksi/007 Babel)












