Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7
BANGKA BELITUNGPANGKALPINANG

Jejak Digital di Rumah Ibadah: Konten Akun @gelbypmatthew_new Picu Kecaman Publik Pangkalpinang

246
×

Jejak Digital di Rumah Ibadah: Konten Akun @gelbypmatthew_new Picu Kecaman Publik Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG — Riuh kegaduhan di ruang digital berujung pada sorotan serius publik setelah beredarnya foto dan video dari sebuah akun Instagram yang menampilkan pose dinilai tidak pantas di area rumah ibadah.

Konten tersebut diketahui diunggah melalui akun @gelbypmatthew_new di platform Instagram, lalu menyebar cepat dan memantik kecaman masyarakat.

Peristiwa ini tidak berdiri sebagai sekadar kontroversi media sosial. Lokasi pengambilan gambar disebut berada di Klenteng Fuk Tet Che, tempat ibadah yang memiliki nilai sakral bagi umat beragama Konghucu .

Karena itu, reaksi publik berkembang dari kritik etika menjadi tuntutan moral agar ruang ibadah tidak dijadikan panggung konten sensasional.

Reaksi netizen di kolom komentar.

Di tengah polemik, perbincangan juga menyerempet identitas personal pemilik akun yang disebut-sebut berasal dari kelompok LGBT.

Namun sejumlah tokoh masyarakat menegaskan, inti persoalan bukan pada identitas individu, melainkan tindakan yang dianggap melanggar kepatutan di ruang suci.

Penajaman isu pada aspek perbuatan dinilai penting untuk mencegah stigma sosial sekaligus menjaga ketertiban masyarakat Pangkalpinang yang selama ini dikenal menjunjung toleransi.

Gelombang kritik publik menuntut dua hal sekaligus: klarifikasi terbuka dari pemilik akun dan langkah tegas aparat untuk menelusuri unsur dugaan penistaan, termasuk konteks pembuatan konten, izin lokasi, serta motif publikasi.

Transparansi penanganan dinilai krusial agar polemik tidak berkembang menjadi kegaduhan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Kasus ini kembali menegaskan satu hal mendasar—ruang digital bukan wilayah tanpa etika. Ketika konten bersentuhan dengan simbol agama dan kesucian tempat ibadah, kebebasan berekspresi berhadapan langsung dengan batas moral publik.

Dan di titik itulah, tanggung jawab personal seharusnya berbicara lebih keras daripada sekadar hasrat mencari perhatian.

Disisi lain, akun tersebut juga terpantau 11 Jam yang lalu kisaran pukul 03.00 dini hari  WIB memposting dirinya sedang melakukan pesta pora mengkonsumsi  minuman keras beralkohol tinggi mengunakan kostum yang sama saat membuat konten di tempat ibadah seraya mengeluarkan aurat seakan dirinya seorang perempuan di salah satu club malam di kota Pangkalpinang.

Menindaklanjuti hal ini, awak media masih berupaya meminta tanggapan dan klarifikasi pemilik akun serta tokoh agama Konghucu atas dugaan konten yang di lakukan di rumah ibadah mengunakan kostum yang kurang pantas. (Redaksi/Jendela grup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *