Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7
BANGKA BELITUNGDPRD PROVINSI BABELPANGKALPINANG

Harga Timah Tidak Seimbang, DPRD Babel Desak PT Timah Ambil Kebijakan Lokal

11
×

Harga Timah Tidak Seimbang, DPRD Babel Desak PT Timah Ambil Kebijakan Lokal

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG — Polemik rendahnya harga beli timah di tingkat penambang lokal meski harga pasar dunia tengah merangkak naik, memicu respons cepat dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan pihaknya terus mengupayakan pertemuan dengan petinggi PT Timah Tbk guna mencari solusi bagi masyarakat penambang. Jumat, (27/2/2026)

Usai melakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel Didit mengungkapkan bahwa pertemuan yang seharusnya berlangsung Kamis kemarin terpaksa tertunda. Hal ini dikarenakan seluruh jajaran direksi BUMN tersebut sedang berada di Jakarta, untuk memenuhi panggilan induk holding industri pertambangan, MIND ID.

“Beliau (Dirut PT Timah) mengajak pertemuan kita itu hari Selasa, tapi saya minta itu diakomodir hari Kamis kemarin, ternyata semua petinggi-petinggi PT Timah itu berada di Jakarta dipanggil MIND ID,” ujar Didit menjelaskan alasan penjadwalan ulang tersebut.

Didit menaruh harapan besar agar pertemuan yang kini dijadwalkan pada Senin mendatang dapat menghasilkan terobosan nyata. Ia menyoroti adanya ketimpangan antara kenaikan harga timah dunia dengan apa yang diterima para penambang yang beroperasi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

“Mudah-mudahan Senin ini bisa ada pertemuan membahas tentang harga Timah yang dibeli PT Timah kepada penambang, sekarang harga timah dunia sudah naik lagi, tapi harga di tingkat masyarakat yang khususnya para masyarakat penambang di IUP PT Timah harganya masih kurang memuaskan,” tegas politisi PDI-P tersebut.

Lebih lanjut, Didit mendesak PT Timah Tbk agar tidak terpaku hanya pada regulasi pusat yang hingga kini belum turun. Ia meminta perusahaan segera mengambil diskresi atau kebijakan lokal yang berpihak pada ekonomi rakyat kecil sembari menunggu ketetapan harga dari Pemerintah Pusat.

“Kami berharap sambil menunggu kebijakan pusat, PT Timah bisa mengambil kebijakan lokal dulu. Mohon maaf, yang menentukan harga kan tetap mereka. Ini kan baru rencana pusat itu harga terendah. Sebelum keluar harus ada kebijakan yang bisa membantu masyarakat, itu yang ditunggu-tunggu masyarakat kita,” tambahnya.

Ia juga berharap, PT Timah hadir dengan solusi konkret demi meredam keresahan para penambang yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Mudah-mudahan Senin ini bisalah beliau datang ke DPRD untuk membahas bagaimana solusinya,” tutup Didit. (Jendela Group)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *