jb jb



Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Gambar 6 Gambar 7
BANGKA BELITUNGPANGKALPINANG

Bukber PMOI: Hangatnya Silaturahmi Perantau Ogan Ilir dalam Nuansa Ramadan

6
×

Bukber PMOI: Hangatnya Silaturahmi Perantau Ogan Ilir dalam Nuansa Ramadan

Sebarkan artikel ini

JENDELABABEL.COM, PANGKALPINANG — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Paguyuban Masyarakat Ogan Ilir (PMOI). Momentum Ramadan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar perantau asal Ogan Ilir yang menetap di Bangka Belitung.

Acara yang berlangsung dalam suasana sederhana namun khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PMOI Hidayat Bayumi, Dewan Pembina Dr. Zaidan, SH., M.Kn, serta ulama yang juga dikenal luas di tengah masyarakat, Dr. Yadi Fajri.

Sejak menjelang waktu berbuka, para anggota paguyuban dan tamu undangan tampak larut dalam suasana kekeluargaan. Obrolan ringan, saling menyapa, hingga berbagi cerita tentang kampung halaman di Ogan Ilir menjadi warna tersendiri sebelum azan Magrib berkumandang.
Ketua PMOI, Hidayat Bayumi, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang memperkuat persaudaraan di antara sesama warga Ogan Ilir yang berada di perantauan.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan hati. Melalui kegiatan ini kita berharap silaturahmi semakin kuat dan paguyuban ini bisa terus menjadi rumah bagi warga Ogan Ilir di tanah rantau,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina PMOI Dr. Zaidan, SH., M.Kn menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Menurutnya, paguyuban memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial sekaligus menjadi wadah saling membantu antar sesama anggota.

“Silaturahmi seperti ini harus terus dijaga. Selain memperkuat ukhuwah, juga menjadi sarana memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Yadi Fajri. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta memperbanyak amal ibadah.

Setelah berbuka puasa bersama, seluruh jamaah melanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih secara berjamaah. Suasana religius semakin terasa ketika doa-doa dipanjatkan bersama, berharap keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan nilai-nilai religius tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat perantau. Dalam kehangatan Ramadan, PMOI kembali meneguhkan perannya sebagai jembatan kebersamaan bagi warga Ogan Ilir di Bangka Belitung. (Jendela Graop)

jb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *