JENDELABABEL.COM, BANGKA — Bersatunya rakyat, pemerintah, dan investor menjadi kunci terciptanya Bangka Belitung yang kondusif. (Jum’at 26/12/2025)
Ketua PD Inaker Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Aboul A’la Almaududi, SH yang akrab disapa Bang Aboul, menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang sehat antara pemerintah, masyarakat, media, dan investor untuk mendorong pembangunan yang inklusif.
Aboul, lulusan Hukum Tata Negara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mantan aktivis 98 sekaligus pegiat sosial kemasyarakatan, lahir di Sungailiat tahun 1975 dan dikenal gemar berdiskusi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib hadir nyata untuk mengayomi rakyat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
“Dengan keberpihakan yang nyata, rakyat dapat menumbuhkan sikap sami’na wa ato’na, mendengar dan menjalankan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik,” ujar Bang Aboul.
Ia menambahkan, rakyat juga memiliki tanggung jawab menjaga kondusifitas sosial.
Disiplin, menghormati proses demokrasi, dan mengedepankan dialog menjadi fondasi sinergi yang saling menguntungkan antara pemerintah, masyarakat, dan investor.
Di sisi lain, media massa menjadi pilar strategis dalam membangun kesadaran publik. “Media harus menonjolkan edukasi dan informasi yang akurat, bukan sekadar sensasi.
Dengan begitu, masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah secara kritis dan konstruktif,” ungkap Bang Aboul.
Bang Aboul menjelaskan posisi media dan lembaga politik agar tidak menimbulkan salah persepsi.
Media massa termasuk suprastruktur politik, karena berperan membentuk opini, persepsi, dan kontrol sosial.
Sementara itu, pemerintah dan partai politik memiliki peran ganda dari sisi eksekusi kebijakan termasuk infrastruktur politik, namun dari sisi ideologi, legitimasi, dan opini publik juga masuk suprastruktur politik.
Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara semua elemen sangat penting.
Tak kalah penting, Bang Aboul menekankan peran investor.Kehadiran investor membawa peluang ekonomi, lapangan kerja, dan pertumbuhan pembangunan, namun harus selaras dengan kepentingan rakyat dan kebijakan pemerintah.
Sinergi yang harmonis antara pemerintah, rakyat, media, dan investor akan mempercepat kemajuan Bangka Belitung secara berkelanjutan.
Bang Aboul juga menyoroti literasi media di era digital.
“Publik harus cerdas memilah informasi. Tidak semua berita kontroversial perlu ditelan mentah-mentah analisis kritis penting agar opini publik tetap sehat dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya forum komunikasi rutin antara pemerintah, masyarakat, media, dan investor.
Forum ini menjadi wadah bertukar ide, menyampaikan aspirasi, serta menumbuhkan pemahaman bersama, sehingga kebijakan dan investasi yang masuk lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bang Aboul menegaskan bahwa bersatunya rakyat, pemerintah, media, dan investor melalui komunikasi terbuka serta publik yang kritis akan menciptakan Bangka Belitung yang kondusif, transparan, dan harmonis. Sinergi ini bukan sekadar idealisme, melainkan fondasi nyata bagi kemajuan daerah.
Ia menekankan empat pilar penting yang harus dijaga bersama keberpihakan pemerintah untuk mengayomi rakyat, tanggung jawab masyarakat menjaga kondusifitas, peran media massa sebagai suprastruktur politik, dan kontribusi investor dalam pembangunan ekonomi.
“Jika semua elemen bersatu, bekerja sama, dan terus menjaga kondusifitas, Bangka Belitung akan menjadi daerah yang stabil, maju, dan sejahtera,” Sambung Aboul.
“Mari kita dorong pembangunan, ciptakan peluang, dan wujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Bersama, kemajuan bukan sekadar harapan, tapi kenyataan yang bisa kita capai,” tutup Bang Aboul dengan nada optimis. (Redaksi/JB 007 Babel)












